Guyang dan Kenangan Baik dari Ayah

Ujug-ujug dari Tuhan



Saya pernah mendapat tugas menulis untuk me-review suatu tempat di Jawa Tengah. Tepatnya di Kota Rembang. Dan saya belum pernah sama sekali ke tempat itu. Dengan bermodalkan kuota internet, saya mencari referensi untuk bahan tulisan.

Beberapa bulan kemudian, ternyata Tuhan mengizinkan saya berkunjung ke sana, ke tempat yang saya review. Bonusnya, saya ditemani Si mbaknya—mantan pacar saya.

Kemudian, di Rembang saya menulis; "Suatu hari kami harus pergi ke tempat yang lebih jauh dari ini. Melintasi Jawa Timur."

Lalu beberapa bulan berikutnya kami diizinkan Tuhan main ke Jawa Timur. Meski memang hanya sekadar melewati, dan mengambil foto berdua. Ditambah makan-makan. Semua itu sudah lebih dari bahagia.

Ah …. Adalah suatu kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan. Sesuatu yang pernah saya tulis, kemudian menjadi nyata.

Sejujurnya masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi. Ya, kami tulis saja dulu. Termasuk ingin mengunjungi Baitullah, tulis saja dulu. Perkara diizinkan atau tidak, itu urusan Tuhan. Kita mah, usaha dulu aja.

Cari harta sebanyak-banyaknya.

***

Kadang cara Tuhan itu berbeda. Suatu hari mbaknya pernah bilang:

Kalau mau pergi ke Djogja dengan cara manusia, maka logikanya kita harus mengumpulkan uang dulu dengan budget sekian ..., untuk biaya makan, minum dan hotel.

Setelah terkumpul, baru berangkat. Kalo pake cara Tuhan, tinggal berbaik hati pada Tuhan, memohon dan yakin. Nanti akan ujug-ujug, entah darimana jalannya. Tiba-tiba sampai Djogja.

Bener kata Mbaknya lagi. The power of rezeki datang dari arah tak terduga-duga. Is real, men!

Ini saya alami sendiri. Ujug-ujug ketika saya hendak pergi ke Djogja ada yang transfer uang ngasih ongkos buat ke sana. Malahan cukup untuk biaya kami berdua, saat itu.

Cara Tuhan emang sok kitu, ngan hanjakal loba anu teu percaya.

Ah, ketika saya ingin naik kereta. Tiba-tiba dulu mbaknya ngajak keretaan.

-
September 16, 2019

Komentar