Guyang dan Kenangan Baik dari Ayah

Sebuah Cerita Presiden Mahasiswa



Sebuah cerita dari teman, jauh di sana.

Ada seorang Presiden Mahasiswa ingin sekali turun ke jalan, membawa pasukan dari berbagai jurusan. Berbagai kajian sudah disiapkan, membawa ide penolakan RUU yang tidak masuk akal.

Sayang sangat disayang, ada tekanan dari pihak berwenang. Kaderisasi yang tidak beres membuatnya gentar. Dan, tidak ada yang tau perkara ini.

Pasukan kecewa ..., hanya berita itu yang gempar. Kemudian, banyak yang menyalahkan Presiden Mahasiswa.

Padahal pasukan tak tau apa-apa, ada tekanan yang begitu besar padanya, dari pihak berwenang. Dari pihak yang paling berkuasa. Terlebih setelah pengumuman resmi, kementrian melarang. Melarang akademisi menurunkan masa ke jalan.

Ah, hanya teman dekatnya yang tau. Kecurigaan mulai datang, ketika Presiden Mahasiswa ini tidak dapat ditemui di rumahnya. Juga di sekretariat organisasinya tidak ada. Teman dekatnya curiga, ternyata dia hilang. Tiba-tiba hilang begitu saja.

Presiden Mahasiswa yang hilang, ternyata dia diculik yang berwenang. Kemudian yang berwenang bersuara di media "Presiden Mahasiswa tidak menggerakan pasukan, padahal sudah saya izinkan turun ke jalan.".

Hanya bualan, dia juga yang menculiknya, memberi tekanan hingga depresi.

Pesan dariku, jaga baik-baik teman dekatmu, terutama yang punya jabatan di keorganisasian mahasiswa. Lihat apakah pergerakannya baik-baik saja.

Bisa jadi, cerita dari temanku di sana. Terjadi juga di sini.

Ketika Presiden Mahasiswa tidak turun ke jalan, jangan-jangan dia diculik orang.

Diculik pihak kampus yang berwenang.

-
September 28, 2019ยท

Komentar