Guyang dan Kenangan Baik dari Ayah

Memulai lagi dan Alasan Menggunakan Blogspot



Saya ingin memulai dari awal lagi, tulisan pertama ini dibuat setelah pulang dari Perpustakaan Pataba di Blora (24102018). Pataba atau Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa, merupakan perpustakaan pribadi yang digagas sebagai salah satu upaya untuk terus bisa mengenang almarhum pak Pram.

Sebenarnya gak ada kaitannya, antara kunjungan saya ke sana dengan tulisan ini, ataupun dengan blog ini. Hanya saja, saya sadar bahwa besok saya akan lupa, lebih jauh lagi saya akan mati dan meninggalkan dunia. Maka setidaknya tulisan ini bisa mengingatkan saya kelak bahwa Blog ini di awali dari sana, dari kunjungan pertama saya ke Blora, kota yang digadang sebagai kota Sastra.

Itu pun jika Tuhan memberikan usia panjang, sisanya hanya kematian yang menunggu dengan cepat. Maka jika kematian lebih cepat daripada panjangnya usia, setidaknya tulisan di blog ini bisa abadi. Sekalipun hanya akan membusuk dengan tenang di mesin pencari (Internet), dan di situ ada jejak bahwa saya pernah hidup. Setidaknya ~

Saya tau, saya akan mati. Cepat ataupun lambat. Maka, mati tanpa karya, adalah cara mati tanpa daya.

Iya, bagi saya tulisan secuil inipun karya. Seburuk apapun tulisan ini, setidaknya ini keluar dari otak saya, maksudnya dari otak yang Tuhan titipkan. Dan bentuk rasa syukur pada Tuhan, saya mengapresiasi diri sendiri, melabeli tulisan ini sebagai karya. Meski terdengar sombong sekalipun, saya gak peduli. Yang penting kelak saya bisa mati berdaya, melalui karya kecil ini.

Dengan pelantara Blogspot ini saya titipkan isi otak saya, melalui tulisan pembuka dan tulisan selanjutnya (mudah-mudahan).

Perkara menitipkan isi otak di Blog, bukan kali pertama ini. Karena saya kenal dunia Blog khususnya Blogspot pada akhir tahun 2008. Tapi pada saat itu tidak fokus pada tulisan. Kemudian mulai menseriuskan diri di dunia Blog sejak awal 2012, bulan April saya masih ingat, dengan menggunakan TLD (Top Level Domain). Hanya saja kontennya bukan isi otak saya, itu lebih ke pemenuhan kebutuhan konten di mesin pencari Google.

Selanjutnya, akhir tahun 2015 saya membuat Blog dengan niatan mencurahkan isi hati dan isi otak, ini lebih ke tulisan persnal. Maka dibuatlah blog dengan platform Tumblr. Sampai saat ini saya masih nulis disana, masih suka curhat, masih suka bercerita. Sekalipun miniblog Tumblr itu sudah di blokir Kemkominfo, saya masih bisa mengaksesnya dengan menggunakan VPN, dan menghasilkan beberapa tulisan tidak berkualitas tiap harinya.

Tapi kali ini berbeda, saya ingin memulainya lagi, memulai menulis dengan sedikit nada serius.

Kadang saya sering berfikir keras saat di perjalanan, saat sepulang melakukan perjalanan, saat berdiskusi, saat selepas silaturahmi, saat sesudah membaca, saat setelah berbincang dengan teman lama - teman baru, saat berak sekakipun. Banyak sekali unek-unek yang ingin disampaikan, terkait pola pikir dan gagasan yang ada di otak ini. Sungguh, teramat berat rasanya jika saya simpan sendiri, kemudian lama-kelamaan  membusuk di dalam otak.

Paling banter unek-unek itu hanya samapi di meja kopi atau ruang-ruang diskusi tanpa solusi. Ketimpangan sosial, isu politik, kesenjangan pola pikir hingga konflik-konflik yang saya jumpai, ataupun beberapa pandangan tentang kehidupan yang saya alami. Semua, banyaknya tidak mendapat tempat yang tepat, juga tidak tersalurkan dengan tepat.

Obrolan hanya akan mengauap begitu saja, kemudian terlupakan dengan seiringnya waktu. Rasanya hanya tulisan yang bisa menyimpan semua itu, menampung serta menyalurkannya. Tapi, tulisan juga memerlukan wadah yang tepat, memerlukan media yang tepat pula.

Blogspot ini menurut saya adalah media yang tepat untuk menulis dan menyalurkan kegelisahan yang ada di dalam otak. Meski dari segi kredibilitas Blogspot kurang dipercayai. Tapi, Blogspot ini juga memiliki banyak keunggulan. Diantaranya :

  1. User Friendly
  2. SEO Friendly
  3. Mudah di akses
  4. Jangkauan Luas
  5. Prodak Google
  6. Gratis
  7. Abadi

Abadi adalah alasan paling kuat, karena sebenarnya bukan tidak bisa membeli domain, atau membuat website yang lebih profesional. Tapi yang pro seperti itu justru tidak abadi, ada batas aktifnya, ada masa berlakunya. Kelak, jika saya mati siapa yang akan mengurusi akun-akun itu? Siapa yang akan memperpanjang websitenya? Kemungkinan besar tidak akan ada. Artinya, website beserta tulisannya akan ikut mati ketika pemiliknya mati.

Maka Blogspot adalah platform gratis yang abadi, kelak jika saya mati. Blog ini masih bisa diakses, tulisan saya masih bisa dibaca. Kecuali perusahaan Google ini ada kebijakan lain, atau yang paling buruk adalah bangkrut. Tapi itu suatu ketidakmungkinan untuk saat ini.

Agar lebih khidmat, saya akhiri tulisan ini dengan kutipan dari Pak Pram :
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian - Pramoedya Ananta Toer.

Selamat, semoga selamat ~

aasholah
Blora, 25 Oktober 2018.

Komentar